Hampir setahun aku ggak nulis di blok ini. Selain sibuk, kayaknya kok males aja ya. N. Sekarang aku coba kembali menghadirkan gairah menulis yang lama padam.
Hari ini, liputan mengenai rencana renovasi alun-alun kota pasuruan. Selama ini, alun-alun yang seharusnya nyaman buat nongkrong, ternyata pengap, penuh bangunan semi permanen para pedagang.
Tapi, kapan pembangunannya, belum dipastikan. Kepala dinasnya sendiri belum tahu. Yang pasti, sekarang sudah mulai proses tendernya.
Jumat, Oktober 10, 2008
Kangen Ngeblok Lagi
Senin, April 14, 2008
Tolak kerja di Sawah, Ratusan Karyawan Perusahaan Kayu Demo
Gara-gara dipekerjakan disawah, ratusan karyawan PT
Sakari Lestari Beji Kabupaten Pasuruan berunjuk rasa
pagi ini (14/08).Unjuk rasa dilakukan di depan pintu
gerbang pabrik kayu yang berlokasi di dekat jalan
raya. Akibatnya, unjukrasa ini memacetkan kondisi
jalan raya. koordinator lapangan unjukrasa Sutopo
mengatakan selama ini perusahaan sering membuat
karyawan tetap tidak betah kerja sehingga terpaksa
mengundurkan diri.
"Supaya karyawan tidak kerasan, perusahaan sering
memperkerjakan karyawan ditempat yang tidak wajar.
Masak, kita yang tidak terbiasa di sawah di suruh
mencangkul sawah milik perusahaan yang terletak
dibelakang pabrik, padahal kerjaan kita di sini
berurusan dengan kayu. Karena tidak kuat akhirnya ,
banyak karyawan tetap yang mengundurkan diri," jelas
Sutopo.
Menurut Sutopo, meski di beri pesangon, jumlahnya
tidak sesuai perundang-undangan yang berlaku. Bahkan
kesewenang-wenangan perusahaan semakin menjadi-jadi
dengan men-skors para pengurus SPSI.
"Sudah 3 hari saya diskors karena ikut dalam
kepengurusan SPSI," aku Sutopo.
Sutopo menambahkan, hingga berita disusun belum ada
tanggapan dari manajemen perusahaan. Untuk itu Sutopo
berjanji akan terus melanjutkan aksi unjuk rasa hingga
manajemen perusahaan memfasilitasi keinginan para
karyawan
Jumat, Maret 14, 2008
Usia Buah Hatiku Sudah Hampir 3 Bulan
Tidak ada kata lelah dan ngantuk dalam mengurus putri cantikku. Nazifa Alqistina yang kami panggi Alqis ini selalu memberikan keceriaan saat tersenyum, tertidur pulas atau berusaha mengucapkan kata-kata saat kami ajak komunikasi. namun, manakala dia sulit berak, nggak ngompol dalam tempo 3 jam, kami akan resah...sampai akhirnya lega saat putriku ini membasahi seluruh popok kering yang kami siapkan untuknya.
Terus tersenyumlah putriku. Ajak kami selalu mensyukuri anugrah Sang Khaliq. jadilan wanita yang suci dan adil seperti arti yang terkandung dalam bait namamu.
Jumat, Januari 18, 2008

Selasa, 15/01/2008 13:49 WIB
Khawatir Diserbu Santri, Dhani Datangi Pesantren
Edy Ryanto - detikHot
Pasuruan, Ahmad Dhani sempat menyebut nama Kyai Hamid asal Pasuruan, Jawa Timur, yang dikatakannya pernah mendiamkan istrinya selama 4 tahun. Dhani pun mengaku mengikuti Kyai Hamid dalam membina rumah tangganya dengan Maia Estianty.
Namun pentolan Dewa 19 mengaku keliru menyebut nama Kyai Hamid. Khawatir akan diserbu santri pengikut Kyai Hamid, pentolan Dewa 19 itu pun mendatangi Pondok Pesantren Salafiyah di Pasuruan untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga besar dan santri-santri Kyai karismatik itu.
Dhani mendatangi Ponpes Salafiyah yang terletak di Jl Jawa gang 8, Pasuruan, Jawa Timur, sekitar pukul 11.00 WIB. Sempat terjadi ketegangan antara petugas keamanan Ponpes dengan sejumlah wartawan. Masalahnya karena petugas keamanan Ponpes melarang wartawan dari media Nasional meliput peristiwa itu. Yang diperbolehkan meliput hanya segelintir media lokal.
Dhani mengunjungi Ponpes Salafiyah selama kurang lebih satu setengah jam. Bapak 3 anak itu terlihat lega ketika meninggalkan Ponpes Salafiyah.
"Saya datang kesini sebelumnya izin dulu ke Gus Dur, karena pernyataan saya beberapa waktu lalu yang salah menyebut nama. Untungnya keluarga Kyai Hamid merespon kunjungan saya dan mengatakan kepada saya bahwa ini menjadi pembelajaran bagi saya untuk tidak diulangi lagi," jelas Dhani saat ditemui seusai mengunjungi Ponpes Salafiyah, Jl. Jawa gang 8, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (15/1/2008).
Bapak 3 anak itu pun mengaku mencium tangan Kyai Idris yang merupakan anak Kyai Hamid sebagai bentuk penyesalan dan permintaan maaf dirinya.
Ketika Dhani tiba dan meninggalkan Ponpes Salafiyah, puluhan santri perempuan berteriak histeris memanggil-manggil kreator band 'The Rock' itu.
Sebelum Dhani datang, sejumlah orang yang mengaku dari organisasi GP Anshor mengancam akan datang ke Jakarta. Mereka akan mendatangi kediaman Ahmad Dhani jika suami Maia Estianty itu tidak meminta maaf secara langsung atas pernyataannya beberapa waktu lalu.
3 Bocah mati berurutan
Kematian 3 bocah secara beruntun terjadi di desa Bulu
Tambakrejo Kraton Pasuruan dalam 3 hari terakhir.
Ketiga bocah itu diantaranya Masruro 10 tahun kelas 4
SD meninggal hari selasa lalu, Bahrul ulum 14 tahun
kelas 2 SMP meninggal kemarin dan M. Fahmi masih kelas
1 SD meninggal hari ini saat dalam perjalanan menuju
RS Syaiful ANwar Malang. Menurut pengakuan para
orangtua korban, sebelum meninggal perut anaknya
mengeras lalu tubuhnya lemas dan pucat.
"Bahrul Ulum mengeluh sakit kepala dan perut hari
senin lalu setelah dari Umbulan. DI umbulan Bahrul
mengaku habis makan cilok. Setelah itu pulang dan
tidak makan nasi. Kemudian malamnya demamnya tinggi.
Saya bawa ke dokter, katanya perutnya sudah parah
sehingga disuruh ke RS Syaiful ANwar malang dan
meninggal disana setelah dirawat selama 2 hari," kata
Sulami ibu sang korba sambil menitikkan air mata.
Ketika ditanya apakah ada keterangan dokter seputar
penyakit anaknya, Sulami mengaku tidak tahu karena
dokter tidak memberi penjelasan penyakit apa yang
menimpa anaknya.
Sementara itu, kepala dinas kesehatan Kabupaten
Pasuruan dr. Nanang yang dikonfirmasi mengenai kasus
kematian beruntun ini mengaku belum mendapat laporan.
"Saya akan telusuri penyakit apa yang mereka derita
sehingga meningal dalam waktu yang hampir bersamaan,"
jelas dr. nanang.
Sedangkan salah seorang dokter umum yang dinas di RSUD
R. SUdarsono Kota Pasuruan, DR Burhan mengatakan
kemungkinan penyakit yang dideita para korban adalah
infeksi salurab pencernaan. Pasalnya, sakit yang
diderita hanya beberapa hari sebelum meninggal.
"Saya pastikan itu bukan demam berdarah, karena kalau
DBD biasanya proses meninggal didahului rasa sakit
selama 7 hari. Kemungkinan ketiga korban ini
sebelumnya makan makanan yang mengandung toxic atau
racun," jelas Dr Burhan

lar berekor ikan menjadi perhatian warga Panggungrejo
Kota Pasuruan. Ular aneh ini pertama kali ditemukan
oleh seorang nelayan bernama Kodir 40 tahun warga
kelurahan paggung Rejo kemarin. Selain berekor aneh,
kepala ular ini juga menunjukkan ketidakwajaran yaitu
berbentuk segi empat.
"Saya menemukan ular ini saat mengail ikan di kraton.
Tiba-tiba ular ini menuju ke arah jaring saya. Namun
ular ini tidak berjalan melata di air melainkan
sepaaaruh badannya berdiri dan seolah-olah
bersiap-siap menyemburkan racunnya. Untungnya saya
memegang kayu dan spontan ulaar itu saya pukul hingga
sekarat, " terang Kodir dirumahnya tadi siang.
Menurut Kodir sebelum menemukan ular ini semalam
pihaknya bermimpi membangun rumah.
"Mudah-mudahan setelah menemukan ular ini saya bisa
membangun rumah. Siapa tahu ada orang yang tiba-tiba
tertarik dengan bentuk ular ini lalu membelinya dengan
harga tinggi. Uangnya kan bisa buat beli bahan
bangunan," ungkap Kodir.
Untuk memuluskan keinginannya ini, Kodir mengaku akan
menarik uang 500 rupiah bagi setiap orang yang mau
melihat ularnya.
" Jika sudah terkumpul, nantinya uang itu akan saya
pakai untuk mengeraskan ular ini dengan air keras.
Ular aneh berukuran 1,5 cm dan diameter sekitar 7 cm
ini terus menjadi tontonan waarga. Mulai anak-anak
hingga orang dewasa saling berebutan mendekat ke ular
yang hampir mati itu. Untuk menghindari sesuatu yang
tidak dinginkan, ular diikat di sebuah kayu mulai adri
kepala, tubuh dan ekornya. Smentara kepalanya
dibungkus memakai plastik untuk menghinadri jika
sewaktu-waktu mengeluarkan bisanya.
Senin, November 12, 2007
2 kecelakaan, faktor penyebabnya sama
Senin, 12/11/2007 11:03 WIB
Bus Sikat Yamaha Mio Hingga Ringsek, 1 Orang Tewas
Edy Ryanto - DetikSurabaya
Pasuruan - Kecelakaan maut terjadi di jalan Rejoso-Pasuruan tepatnya di Desa Kedung Bako sebelah barat jembatan timbang Rejoso.
Kecelakaan antara bus bernopol AG 6532 PU dengan Yamaha Mio N3820 FE mengakibatkan pengemudi Mio, Teguh Yuwono (29), warga Lumbang Pasuruan tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purut.
Kecelakaan yang terjadi pukul 08.00 WIB itu sempat memacetkan lalulintas selama 30 menit. Namun setelah kendaraan yang terlibat kecelakaan itu dievakuasi, kondisi lalu lintas kembali lancar.
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Novian Widianto mengatakan, saat itu motor Mio melaju dengan kencang dan berusaha menyalip kendaraan di depannya.
"Dari arah yang berlawanan tiba-tiba muncul bus Tentrem dengan kecepatan tinggi. Karena Mio terlalu ke kanan akhirnya bus menghantam Mio hingga ringsek," jelas Novian.
Saat ini, sopir bus bernama Hariyono beserta kendaraannya diamankan di Mapolres Pasuruan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Ini, seharunya jadi pelajaran bagi pengendara motor agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menyalip kendaraan lain. Kalau dirasa jaraknya tidak cukup, lebih baik tidak menyalip," imbaunya. (mar/mar)
Truk Vc Bus, 9 luka-luka
Kecelakaan hebat kembali terjadi di Pasuruan sekitar
pukul 2 siang tadi. Kali ini kecelakaan menimpa truk
gandeng bernopol N7138 MU dengan Bus antar kota
N6343UO di Desa Bendungan-Raci-Bangil. Akibat
kecelakaan ini, 9 orang mengalami luka, 2 diantaranya
luka berat dan sisanya luka ringan. Selain itu 2
kendaraan mengalami kerusakan parah terutama bus,
bagian depannya hancur.
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP NOvian Widianto
mengatakan, penyebab kecelakaan ini sama seperti
kecelakaan di Rejoso pagi tadi. Bus berpenumpang
sekitar 20 orang dari arah Barat melaju dengan
kecepatan tinggi dan bermaksud menyalip kendaraan
didepannya.
"Dari arah berlawanan, muncul truk gandeng. Akibat bus
terlalu kekanan, akhirnya bus menghantam truk yang
dikemudikan Supartono warga Probolinggo. Sedangkan
sopir bus bernama Sukardi warga Mojoanyar-Mojokerto
terjepit badannya dan saat ini dilarikan di RSUD
Bangil karena mengalami luka berat," jelas
Kasatlantas.
Selain Sopir bus penumpang bus bernama Suci Efilianti
warga Pasuruanjuga mengalami luka berat karena posisi
duduknya tepat dibelakang sopir. Sementara penumpang
lainnya Sunarsih, Bawuk dan kernet bus Mutahar hanya
mengalami luka lecet dibagian tubuhnya.
"Lalu lintas kembali normal, karena petugas berhasil
mengevakuasi dua kendaraan dan para penumpang yang
terluka termasuk ssopir yang terjepit badannya ,"
terang Novian.
Rabu, Oktober 10, 2007
THR Belum Dibagi, Ratusan Buruh Geruduk DPRD

Rabu, 10/10/2007 14:09 WIB
Edy Ryanto - DetikSurabaya
Pasuruan - Gara-gara THR belum juga dibagikan hingga H-3 Lebaran, sekitar seratus buruh pabrik kayu dari Gempol melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/10/2007) pukul 12.00 WIB.
Sebelum menuju ke gedung dewan, mereka terlebih dulu melakukan konvoi bersepeda motor dari Gempol ke Raci Bangil.
Suryono Pane Koordinator aksi mengatakan, unjuk rasa ini terpaksa dilakukan. pasalnya ada beberapa perusahan belum mencairkan tunjangan hari raya (THR) kepada para buruh.
"Dari penelusuran saya di perkirakan ada 10 ribu buruh yang belum menerima tunjangan itu. Ini jelas melanggar ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya," jelas Suryono.
Menurut Suryono, ribuan buruh yang belum menerima THR itu diantaranya karyawan yang bekerja di beberapa perusahaan yang tersebar di Gempol, Beji,
Pandaan, Sukorejo, dan Rembang. Beberapa buruh itu merupakan pekerja dengan sistem outsourcing, pekerja harian lepas, tenaga kontrak bahkan ada yang sudah
bekerja selama bertahun-tahun.
Sumitro salah satu buruh pabrik yang ikut dalam aksi ini mengatakan pihaknya hanya mendapat parsel berupa kue kering dari perusahaannya. "Saya butuh uang, tidak butuh kue," kata Sumitro singkat.
Sementara untuk kelancaran arus mudik yang melintasi di jalan raya Raci Bangil, polisi mengawal konvoi sepeda motor para buruh. Dengan demikian, meski ada seratus sepeda motor yang konvoi, arus lalulintas tetap lancar. (bdh/bdh)
Kamis, September 27, 2007
Antre sedekah hingga pingsan

Ribuan kaum duafa dari segala penjuru antre dalam tradisi bagi-bagi uang zakat oleh pengusaha Kota Pasuruan H. Syaikhon. Antre dimulai jam 9 pagi hingga sore menjelang buka puasa . Hal ini bisa dilhat antrean yang mengular spanjang 1 kilometer di Gang pepaya jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo. Bahkan antrean yang lama ini menyebabkan belasan lansia pingsan.
"Saya ngantri mulai tadi malam mas. Dan baru dapat sekitar jam 10 pagi tadi," Kata Ngatiyem warga Probolinggo yang ikut dalam bagi-bagi zakat ini.
Bukan hanya dari Probolinggo, ada beberapa rombonganwarga dari Sidoarjo yang ikut antre. Menurut Siti, yang datang bersama 1 keluarga berjumlah 5 orang kedatangannya di sini setiap tahun pertengahan Ramadhan.
"Jauh-jauh hari saya sudah siapkan, kalau tanggal 15 Ramadhan datang kesini,mas. Lumayan 1 keluarga dapat Rp 180.000,-, tiap orang dapat Rp 30.000,-", jelas Siti sambil menggendong anaknya.
Awalnya, H. Syaikhon memberi jatah 30 ribu per orang. Namun karena banyaknya warga yang main serobot, akhirnya bagi-bagi uang zakat hanya 20 ribu per orang.
"Sebenarnya sudah saya kasih tanda pewarna merah dan kapur. Tapi beberapa orang berhasil menggosok jarinya hingga bersih, dan minta jatah lagi, kata H. Syaikhon.
H. Syaikhon mengaku sekitar 200 juta rupiah diperkirakan habis dibagi-bagikan untuk kaum dhuafa.
Selain itu H, Syaikhon menambahkan tahun depan kalau masih ada rejeki akan terus mengadakan acara bagi-bagi uang zakat.
