Rabu, Oktober 10, 2007

THR Belum Dibagi, Ratusan Buruh Geruduk DPRD


Rabu, 10/10/2007 14:09 WIB

Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Gara-gara THR belum juga dibagikan hingga H-3 Lebaran, sekitar seratus buruh pabrik kayu dari Gempol melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/10/2007) pukul 12.00 WIB.

Sebelum menuju ke gedung dewan, mereka terlebih dulu melakukan konvoi bersepeda motor dari Gempol ke Raci Bangil.

Suryono Pane Koordinator aksi mengatakan, unjuk rasa ini terpaksa dilakukan. pasalnya ada beberapa perusahan belum mencairkan tunjangan hari raya (THR) kepada para buruh.

"Dari penelusuran saya di perkirakan ada 10 ribu buruh yang belum menerima tunjangan itu. Ini jelas melanggar ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya," jelas Suryono.

Menurut Suryono, ribuan buruh yang belum menerima THR itu diantaranya karyawan yang bekerja di beberapa perusahaan yang tersebar di Gempol, Beji,
Pandaan, Sukorejo, dan Rembang. Beberapa buruh itu merupakan pekerja dengan sistem outsourcing, pekerja harian lepas, tenaga kontrak bahkan ada yang sudah
bekerja selama bertahun-tahun.

Sumitro salah satu buruh pabrik yang ikut dalam aksi ini mengatakan pihaknya hanya mendapat parsel berupa kue kering dari perusahaannya. "Saya butuh uang, tidak butuh kue," kata Sumitro singkat.

Sementara untuk kelancaran arus mudik yang melintasi di jalan raya Raci Bangil, polisi mengawal konvoi sepeda motor para buruh. Dengan demikian, meski ada seratus sepeda motor yang konvoi, arus lalulintas tetap lancar. (bdh/bdh)

Kamis, September 27, 2007

Antre sedekah hingga pingsan


Ribuan kaum duafa dari segala penjuru antre dalam tradisi bagi-bagi uang zakat oleh pengusaha Kota Pasuruan H. Syaikhon. Antre dimulai jam 9 pagi hingga sore menjelang buka puasa . Hal ini bisa dilhat antrean yang mengular spanjang 1 kilometer di Gang pepaya jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo. Bahkan antrean yang lama ini menyebabkan belasan lansia pingsan.

"Saya ngantri mulai tadi malam mas. Dan baru dapat sekitar jam 10 pagi tadi," Kata Ngatiyem warga Probolinggo yang ikut dalam bagi-bagi zakat ini.

Bukan hanya dari Probolinggo, ada beberapa rombonganwarga dari Sidoarjo yang ikut antre. Menurut Siti, yang datang bersama 1 keluarga berjumlah 5 orang kedatangannya di sini setiap tahun pertengahan Ramadhan.

"Jauh-jauh hari saya sudah siapkan, kalau tanggal 15 Ramadhan datang kesini,mas. Lumayan 1 keluarga dapat Rp 180.000,-, tiap orang dapat Rp 30.000,-", jelas Siti sambil menggendong anaknya.

Awalnya, H. Syaikhon memberi jatah 30 ribu per orang. Namun karena banyaknya warga yang main serobot, akhirnya bagi-bagi uang zakat hanya 20 ribu per orang.

"Sebenarnya sudah saya kasih tanda pewarna merah dan kapur. Tapi beberapa orang berhasil menggosok jarinya hingga bersih, dan minta jatah lagi, kata H. Syaikhon.

H. Syaikhon mengaku sekitar 200 juta rupiah diperkirakan habis dibagi-bagikan untuk kaum dhuafa.

Selain itu H, Syaikhon menambahkan tahun depan kalau masih ada rejeki akan terus mengadakan acara bagi-bagi uang zakat.

Rabu, September 26, 2007




Yah...Numpang nampang di postingan. Sebelumnya nih, sya bingung milih foto mana yang akan saya tampilkan, soalnya seluruh gaya foto saya kuno banget. Ekspresinya apalagi. Kalau gak merem, paling mulutnya kebuka, atau tangan bertolak pinggang seperti bos-bos.

OK, kawan inilah aku. jangan dilihat dari raut mukanya ya. yang penting hatinya baik...(He...he.., kayaknya baru kali ini ya, blogger yang mamerin mukanya dipostingan tanpa ada isi postingan yang jelas!!!!)

Selasa, September 25, 2007

2 Peristiwa buruk

Selasa, 25/09/2007 09:07 WIB
Pasar Mebel Pasuruan Ludes Dilalap Api
Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Kebakaran kembali terjadi di Kota Pasuruan. Si Jago merah kali ini melahap bangunan Pasar Mebel di Bukir, Pasuruan yang terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namum akibat kebakaran itu kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Menurut pengakuan saksi mata H Zafit, kebakaran terjadi, Selasa (25/9/2007) sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi. Saat itu api sudah membumbung tinggi melalap sebuah mebel 'Taman Sari', milik H. Tholib.

Sementara itu, H Tholib yang rumahnya berada tepat disamping mebelnya terbangun setelah diteriaki warga.

Petugas kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api setelah 3 jam berjuang. Lamanya proses pemadaman ini, kata salah satu petugas PMK disebabkan yang terbakar merupakan bahan-bahan mudah terbakar.

Akibat kebakaran ini H Tholib mengaku rugi ratusan juta rupiah. Selain bangunan yang hangus terbakar, kursi ukiran setengah jadi berjumlah ratusan set kini berubah wujud menjadi arang.

"Padahal 50 persen kursi ukiran itu sudah dipesan langganan saya, bahkan sudah dibayar, sekarang saya harus menggantinya lagi," kata H Tholib sambil meratapi mebelnya yang terbakar.

Sementara itu polisi menduga, kebakaran disebabkan puntung rokok yang masih menyala mengenai tinner di mebel H Tholib. Namun untuk memastikan penyebab kebakaran ini, polisi masih meminta keterangan dari pemilik mebel, karyawan dan para saksi mata.

Kebakaran juga berakibat ditutupnya akses lalu lintas di Jl Gatot Subroto- Bukir. Bus dan truk dari arah Probolinggo maupun dari Malang dialihkan lewat kota Pasuruan, begitu juga sebaliknya. (bdh/bdh)

Selasa, 25/09/2007 10:14 WIB
Aksi Carok Massal, 2 Orang Luka-luka
Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Aksi carok massal kembali terjadi. Kali ini menimpa Desa Gerongan dan Pulokerto di Pasuruan, Jatim. 2 Orang mengalami luka-luka akibat aksi carok massal ini.

Pascacarok massal hingga Selasa (25/9/2007), kondisi kedua desa itu masih mencekam. Kedua desa ini masih dijaga ketat polisi.

Tersangka Rahman, yang membacok Hoiron hingga kini masih dikejar aparat keamanan.

Kapolsek Kraton AKP Slamet Riyadi mengatakan untuk meredam emosi warga, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif dengan para ulama setempat. Diharapkan dengan adanya siraman rohani dari para ulama setempat emosi warga bisa diredam.

Menurut Slamet, aksi carok dipicu adu mulut antar warga Gerongan dengan warga Pulokerto. Saat itu, warga Pulokerto marah karena 3 pemuda warga Gerongan membunyikan mesin motor sangat keras saat melintasi perkampungan.

Tidak terima dengan ulah 3 pemuda tadi, warga bahkan ibu-ibu melempari 3 pemuda itu dengan batu. Sementara, Rohman mengambil celurit dan dibabatkan ke arah Khoiron hingga pinggangnya luka sobek. Saat ini Khoiron masih dirawat di RSUD Bangil.

Tidak terima dengan ulah Rahman, kawan-kawan Khoiron bermaksud membalas dendam. Usai salat tarawih mereka mendatangi salah satu warga Gerongan bernama Jamal. "Mereka langsung melabrak rumah Jamal," jelas Slamet saat berdialog dengan warga di sebuah pesantren.

Slamet menambahkan, Jamal yang tidak tahu awal mula kejadian, diminta keluar dari rumah oleh 15 pemuda dari desa Pulokerto. Seketika itu juga seorang pemuda bernama Muhsin yang tersulut amarahnya langsung membabatkan celurit ke arah kepala Jamal.

Akibatnya, kepala Jamal luka robek dan harus dirujuk ke RS Syaiful Anwar Malang. (mar/mar)

Jumat, September 21, 2007

Tabrak Pohon, 2 Pengurus LSM Lira Tewas


Sabtu, 22/09/2007 11:31 WIB

Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Kecelakaan maut terjadi di 500 meter sebelah timur Mapolresta Bangil Pasuruan. Kecelakaan tersebut merenggut dua nyawa dan satu orang mengalami luka berat.

Korban yang meninggal yakni, ketua dan sekretaris LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) yakni, Isnaeni dan Muji Syukur. Keduanya meninggal karena pickup yang dikemudikan Suhendri Sulaiman telah menabrak pohon di kelurahan Latek Bangil, sekitar, Sabtu (22/9/2007) dini hari.

Kaposlantas Bangil Aiptu Gede Sukana menjelaskan, kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk, sementara kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sebelumnya, ketiga korban kecelakan yang mengendarai pick up daihatsu Zebra bernopol N 8300 W ini pulang dari acara ulang tahun Wakil Walikota Pasuruan, Pujo Basuki di Pandaan.

"Berdasarkan analisa tim unit laka dilapangan, mobil dikemudikan dari arah barat ke timur. Saat di 500 meter dari mapolres kendaraan oleng dan menabrak pohon asam. Kepala Mobil hancur total, sopirnya mengalami luka berat dan 2 orang lainnya meninggal dalam perjalanan ke RSUD Bangil," jelasnya kepada wartawan.

Meski belum memastikan penyebab kecelakaan, Aiptu Gede mengatakan ada indikasi sopir mabuk. Hal ini dibuktikan adanya beberapa botol miras yang masih utuh di dalam mobil.

"Kami belum memastikan apakah kecelakaan diakibatkan sopir mabuk atau ngantuk. Yang Pasti, tidak ada bekas mobil direm. Mengenai botol miras yang masih utuh, bisa saja bekas botol yang sudah diminum dibuang. Tapi, semuanya akan jelas menunggu keterangan dari korban yang masih hidup," katanya. (fat/fat)

Kamis, September 20, 2007

Gara-gara Bensin Tumpah, Pasar Pasuruan Terbakar



Hasil Liputanku hari ini:
Kamis, 20/09/2007 10:37 WIB
Gara-gara Bensin Tumpah, Pasar Pasuruan Terbakar
Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Akibat ceroboh, 10 kios di Pasar Besar Pasuruan habis dilalap si jago merah, Kamis (20/9/2007). Kebakaran ini berawal ketika Rudy, salah satu pedagang, yang tengah mengisi bensin tumpah dan merembet ke kompor yang masih menyala.

Kebakaran itu tentu saja membuat panik para pedagang. Sekitar 5 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kebakaran.

Usai kebakaran, Rudy (50), saat ini dibawa ke Mapolresta Pasuruan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di depan petugas kepolisian, Rudi mengaku saat itu dirinya tengah memindahkan bensin dari jerigen ke botol. "Saat di botol kedua, bensin tumpah dan langsung saja bensin itu merembet ke kompor. Setelah itu api langsung membesar, dan untungnya saya sempat menyelamatkan diri," papar Rudi, warga asal Madura.

Akibat kebakaran ini, kios Rudi, yang berupa gerobak dorong itu hangus terbakar tanpa sisa. Sedangkan 10 kios, lainnya yang dekat dengan sumber kebakaran juga ikut terbakar.

Bahkan kios milik Haji Hot yang menjual sembako, seluruh dagangannya hangus. Demikian juga kios milik Haji Ella yang berjualan kain, sebagian kainnya gosong.

Polisi memperkirakan kerugian akibat kebakaran itu mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian dihitung selain barang dagangan, atap 10 kios juga hangus terbakar. (mar/mar)

Rabu, September 19, 2007

100 ribu perak, hasil mengemis sehari?


Seperti perkiraan sebelumnya, di bulan Ramadhan ini jumlah pengemis semakin meningkat. Selain beroperasi di jalan-jalan protokol, para pengemis ini juga mendatangi rumah-rumah warga dan tempat-tempat ibadah. Berdasarkan pengakuan warga perumahan Puri Candi kota Pasuruan, hampir tiap hari para pengemis itu datang bergantian kerumah-rumah warga.

Bu, Ratna, warga perumahan Puri Candi mengatakan para pengemis yang datang kerumah-rumah biasanya ibu-ibu yang menggendong bayinya. Para pengemis ini tak jarang mengetuk pintu rumah warga dalam melakukan aksinya.
“Mereka kadang kayak orang maksa, sambil menggedor-gedor pintu. Jadi terganggu, deh. Mau ngasih seratus kayaknya sudah nggak jamannya lagi pengemis dikasih uang segitu. Paling-paling, ya minimal 200 rupiah, bahkan kalau nggak ada uang receh seribu perakpun bisa berpindah tangan,”jelas Bu ratna.

Salah satu pengemis, Sutiyah yang mengaku dari wilayah Sidoarjo mengatakan, pihaknya melakukan profesi mengemis dengan menggendong anaknya untuk lebih menarik simpati masyarakat . Kata Sutiyah dalam sehari pada bulan puasa ini pihaknya bisa mengumpulkan uang hingga 50 ribu rupiah. Kadang kalau lagi rame 100 ribu bisa dikantongi. Wauw……gajiku aja gak segedhe itu….!

“Uang ini akan saya pakai untuk membiayai sekolah anak-anak di desa,” kata Sutiyah sambil menggedong bayinya yang masih berusia 2 tahun.

Sementara itu kepala kantor sosial kota Pasuruan, Didik Putranto mengatakan pihaknya kesulitan kalau harus merazia para pengemis yang beroperasi diperumahan-perumahan. Untuk itu kata Didik Putranto, razia akan dilakukan dijalan-jalan protokol dan ditempat keramaian seperti pasar, stasiun maupun alun-alun kota pasuruan. Nantinya Razia ini akan dilakukan dalam waktu dekat oleh satpol PP, petugas dari kantor sosial dan kepolisisan setempat. Didik Putranto berharap dengan razia ini nantinya angka pengemis yang beroperaasi di kota Pasuruan akan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Kamis, September 13, 2007

Puasa, Kok tidur!..di Masjid Lagi

Di Hari pertama ramadhan, cuaca didaerahku sangat panas. Tapi panasnya cuaca bukanlah alasan untuk bermalas-malasan . Betul Gak?

Nah, berbeda dengan para pegawai kantor pemerintahan didaerahku, rumah Allah yang seharusnya dipakai untuk ibadah, eh.. malah dijadikan tempat tidur massal. Iya..sih tidur itu ibadah. Tapi kalau tidurnya di masjid atau muholla, bahkan melalaikan tugasnya sebagai abdi negara? Ya.. tentu itu bukan contoh yang baik.

Kemarin, usai sholat Dhuhur…tampak berjajar-jajar para pegawai yang berseragam merebahkan diri di dinginnya lantai sebuah masjid milik Pemda. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan imat muslim lain yang mau sholat. Ngiler….posisi tidur gak karuan, bahkan ada yang memegang kemaluannya juga tidak dipedulikan. Yang penting tidur….habis itu sholat Ashar lalu pulang meski belum waktunya.
“Dasar, maunya enak terus!” , kecamku dalam hati.

Tapi, aku tidak akan menyalahkan mereka. Siapa tahu, kalau aku diposisi mereka, aku juga akan melakukan hal semacam itu. Kebiasaan buruk yang mengakar di masyarakat bangsa kita memang sulit dicabut.

Rabu, Agustus 29, 2007

Sambungan E'E

Sebenarnya, kisah nonfiksi ini sambungan dari kisah kemarin yang mengisahkan seputar kotoran manusia yang berserakan di sekitar pematang pembuatan garam. Kata warga setempat, tanpa terkecuali, anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak , tidak malu-malu melakukan kebiasaan ini terutama menjelang malam hingga ba’da Shubuh. Bahkan, ada penjelasan dari masyarakat, saat bulan puasa kebiasaan ini akan semakin menjadi-jadi. (Wah, …wah……)
“Setelah sahur, biasanya para warga berjajar-jajar jongkok membuang hajatnya,” kata salah satu warga.
“Apa nggak malu, pak?,” tanyaku.
“Ya, nggak mas, kan nggak keliatan,” jawab warga itu.
“Kan, tambah bau, kalau e’ek berjamaah seperti ini pak,” selaku.
‘Nggak, mas, baunya ketiup angin, “jawab warga itu lagi.

Daripada berdebat, ya sudah kumaklumi saja kalau kebiasaan buruk ini sudah mengakar di sebagian masyarakat pesisir terutama yang tinggal di dekat tambak garam.

Sementara itu, petani garam yang lahannya dipakai buang hajat tidak bisa berbuat banyak.
“Ya, kalau ketahuan baru saya kasih peringatan, tapi apa iya saya harus ngawasi mereka sepanjang hari,” demikian alasan pemilik tambak garam asal Madura.
“Lagian, kotoran ini dengan sendirinya akan kering, lalu jadi debu dan hilang diterbangkan angin,” Jelas pemilik garam itu lagi.

“Waduh, kita dong yang dirugikan, Pak!. Makan dengan bumbu garam yang prosesnya demikian jorok. Mending deh makan sayur tanpa garam. Tapi apa iya?” tanyaku dalam hati sambil berlalu meninggalkan tambak garam.

Senin, Agustus 27, 2007

E'E

Sejak pagi aku sudah berada di pesisir pantai Panggungrejo Kota Pasuruan. Hari ini ada lomba dayung. Karena nggak ada yang menarik , akhirnya aku menuju pabrik garam yang tidak jauh dari pesisir pantai. Nah di sini yang menarik bukan proses pembuatan garam atau berapa ton garam yang dihasilkan, tapi areal pembuatan garam yang sangat jorok. Betapa tidak , setiap satu langkah, dipematang lahan garam aku jumpai gundukan kecil, warna kecoklatan, dan berbau kurang enak malah lebih pantes disebut berbau sangat tidak sedap (emang masakan). Ya, udahlah, daripada bertele-tele, saya sebutkan aja benda yang sering kujumpai itu adalah kotoran manusia atau lazimnya disebut e’ ek. Wah, kalau seperti ini keadaannya, berarti selama ini makanan yang kita makan tidak hygienis dong. Soalnya mau tidak mau semua masakan pastinya di kasih garam. Dan, garam yang selama ini kita konsumsi, ternyata saat proses pengeringan dilahan, ternyata lahannya dikelilingi oleh kotoran manusia. Atau bahkan, kotoran itu sudah nyemplung di areal tambak garam. (Tapi kan udah di proses?). Tetep aja, aku merasa jijik sendiri kalau ingat hal ini.

Sengajakah mereka membuang kotorannya itu? Atau memang tidak ada toilet dirumahnya? Atau saking kebeletnya, sampai-sampai tercecer disembarang tempat?
Selidik punya selidik dan setelah ngobrol ngalor ngidul (keutara-selatan) dengan warga disitu, ternyata ini merupakan kebiasaan turun-temurun. Lha kok?. Iya, kata Pak Hakim, salah satu warga, sebenarnya warga punya toilet sendiri-sendiri, tapi ya itu tadi warga lebih merasa enak e’ ek diareal tambak garam. Alasannya?
“ Kalau, di dalam toilet, e’ek kita tercium langsung dihidung kita, tapi kalau di tanah lapang seperti ini, kan aroma e’ek langsung ketiup angin,’ kata pak Hakim yang mengaku sering e’ek selepas shubuh.

O, begitu to, pantesan didaerah sini e’ek menjadi pemandangan yang biasa. Untung musim kemarau, sehingga e’ek2 itu kering. Coba kalau hujan?

Ya, sudah, setelah tau alasannya mengapa mereka e’ek didekat areal tambak garam saya berlalu sambil terus berpikir?????????

Bersambung, kapan2 saya ceritain seputar kebiasaan e’ek disembarang tempat, versi yang lainnya. (maaf, sebenarnya ada sih foto e’ek, tapi karena terkesan jorok, nggak usah tak tampilin ya?


Jumat, Agustus 24, 2007

Menunggu sang Bayi


Menunggu lahirnya jabang bayi untuk 4 bulan kedepan membuat perasaanku was-was. Seperti apakah nanti keturunanku terlahir. Apakah seperti ayahnya yang bermata sipit sebelah. Atau seperti ibunya yang manis dan berkulit putih. Yang pasti, aku berharap dia lahir selamat. Ibunya juga selamat. Laki-laki atau perempuan gak masalah. Asal bayiku lahir lengkap tidak kurang secuil pun.Harapanku, saat mengarungi hidup di dunia yang fana ini, putri/putraku memiliki segudang prestasi membanggakan. Berbudi pekerti yang luhur dan yang pasti selalu berjalan diatas jalan yang benar dan diridhoi Tuhan. Selamat datang bayi kecilku. Tataplah dunia dengan jiwa yang bersih. Dan menjauhlah dari semua yang berunsur jahat.

Kamis, Agustus 23, 2007

Dukun Bayi vs Bidan


Meski banyak bidan di sebar di seluruh kota Pasuruan, ternyata keberadaan dukun bayi masih dibutuhkan sebagian masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan ada puluhan dukun bayi yang masih aktif, dan beberapa dukun bayi lainnya sudah beralih sebagai perawat ibu dan bayi pasca melahirkan.

Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Pasuruan jumlah dukun bayi dari tahun ketahun cenderung berkurang. Terbukti pada tahun 2005 jumlah dukun bayi aktif sebanyak 34 orang, tahun 2006 dukun bayi berjumlah 16 orang dan tahun ini menurun drastis menjadi 4 orang saja.

Kepala seksi Kesehatan Ibu dan ANak (KAI) dinas kesehatan kota Pasuruan, Sutini mengatakan berkurangnya jumlah dukun bayi disebabkan beberapa hal diantaranya para dukun bayi yang sudah lanjut usia itu sudah tidak bisa beraktivitas atau meninggal dunia. Namun Sutini tidak memungkiri, jumlah dukun bayi bisa saja naik.
"Bisa saja sewaktu-waktu karena alasan menaikkan tingkat ekonomi, dukun bayi yang sebelumnya tidak praktik, tiba-tiba membuka praktek lagi. Kalau demikian adanya, kita tidak bisa memaksa mereka berhenti menjadi dukun bayi. Yang kita lakukan adalah memberi himbauan kalau praktek dukun bayi sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ibu dan bayi," Jelas Sutini.

Sementara itu salah satu dukun bayi di Kelurahan Mandaranrejo, Mutniah 45 tahun mengaku hampir seluruh ibu hamil di wilayahnya meminta jasanya untuk membantu proses melahirkan. Bahkan, seirng juga dapat panggilan dari kampung lain.
"Hampir tiap minggu ada yang minta tolong. Bahkan malampun saya layani," jelas Mutniah dengan logat bahasa Indonesia yang kemadura-maduraan.

Kata Mutniah, sejak menjadi dukun bayi pada tahun 1984 lalu hingga saat ini, sekitar 300 bayi lahir melalui jasanya.
"Dari 300-an bayi yang lahir semuanya selamat. Tidak ada yang meninggal," jelas Mutniah menanggapi kekhawatiran para dokter terkait bahayanya proses melahirkan melalui dukun.

Suminah, warga Mandaran yang baru satu minggu melahirkan lewat jasa dukun bayi mengaku biaya dukun bayi lebih murah dari pada bidan.
"Kalau dukun bayi tidak ada tarif khusus. Paling ngasih 100 ribu diterima,sedangkan bidan tarifnya mencapai 500 ribu. Selain itu saya percaya sama Bu Mutniah, karena terbukti selama ini tidak pernah ada masalah dengan proses kelahiran warga, " terang Suminah sambil menyusui bayinya.

Rabu, Agustus 22, 2007

Agenda sumpah pocong batal


Agenda sumpah pocong di kantor kelurahan Panggungrejo Kota pasuruan akhirnya dibatalkan setelah dua pihak yang berseteru memutuskan berdamai. Sebelumnya, Maliki (42 th) dan Saeri (40 Th) warga Panggungrejo menuduh Sueb (55 th) dan Soleh (38 th) dari kelurahan yang sama telah mengguna-guna salah satu anak Maliki yang bernama Rohmah (15 th) hingga mengalami penyakit aneh yaitu, sakit perut yang tidak kunjung sembuh. Kata Maliki tuduhan terhadap kedua warga pesisir ini dipicu oleh munculnya kedua tertuduh dalam mimpi Maliki. Sehingga berbekal wangsit mimpi itulah Maliki dan Saeri dengan tegas menuduh SUeb dan Soleh mengirim teluh ke putrinya yang saat ini masih mondok di sebuah pesantren di Pasuruan. "Saya melihat Sueb dan Soleh dalam mimpi saya menaruh sesuatu benda di dalam rumah. Jadi saya merasa yakin kalau merekalah yang mengirim santet ke anak saya sehingga sampai sekarang penyakitnya belum bisa ditangani oleh pihak dokter sekalipun, " jelas Maliki setelah proses damai yang dimediasi oleh pihak kepolisian dan para ulama setempat. Sementara itu, Sueb dengan berapi-api membantah tuduhan itu. Pasalnya selama ini, warga yang bermata pencaharian sebagai pedagang ikan itu tidak terima dituduh sebagai dukun santet. Apalagi selama ini Sueb mengaku tidak pernah ada masalah dengan keluarga Maliki. "Tidak ada alasan bagi saya untuk nyantet anak Maliki. Untuk itu asya berani sumpah Pocong," kata SUeb. Mungkin takut akan dampak sumpah pocong ini atau karena petuah para tokoh ulama' akhirnya kedua belah pihak berangkulan dan tidak akan memperuncing masalah ini. "Saya akan mencoba lagi membawa anak saya ke orang pinatr agar penyakitnya segera bisa diatasi, "tambah Maliki.

Terobos Palang Pintu KA, Pelajar STM Tewas


Selasa, 21/08/2007 09:15 WIB
Edy Ryanto - DetikSurabaya

Surabaya - Jangan pernah mencoba menerobos palang pintu kereta api (KA). Kalau nekat nasib anda dipastikan akan seperti pelajar STM Bangil ini. Dia tewas ditabrak KA.

Kecelakaan maut ini terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Kecelakaan antara KA dengan motor itu terjadi di perlintasan KA Desa Pogar Bangil.

Akibat kecelakaan ini, pengendara sepeda motor, seorang pelajar STM di Pasuruan bernama Kasnadi (17) tewas di lokasi kejadian dan seorang temannya Taufik (17) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bangil karena mengalami luka serius.

Salah seorang saksi mata, Sutoyo mengatakan, kecelakaan ini terjadi disebabkan sepeda motor yang dikemudikan pelajar itu masuk ke perlintasan saat palang pintu akan ditutup.

Akibatnya, kereta api jurusan Banyuwangi menabrak sepeda motor hingga terpental. "Saat itu, kedua pelajar tampak buru-buru saat melintasi perlintasan kereta api. Mereka tidak menyadari jika ada kereta api melaju kencang ke arah utara," kata Sutoyo.

Akibat kecelakaan ini, lalu lintas menjadi macet hingga 5 kilometer. Saat ini Polantas Bangil masih mengevakuasi sepeda motor yang rusak berat dan mengatur arus lalu lintas.

Kapos Lantas Bangil, Aiptu Gede Sukana menjelaskan, kecelakaan tersebut karena pengendara sepeda motor menerobos palang pintu kereta api. "Kejadian sekitar pukul 07.15 WIB dan mereka pelajar STM Trisakti Bangil. Keduanya terburu-buru, sebab terlambat sekolah," jelasnya saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (21/8/2007).

Keduanya, kata Gede, dilarikan ke rumah sakit umum Bangil. Satu orang bernama Kasnadi (17) beralamat di Desa Rombo Kulon kecamatan Rembang Bangil meninggal dunia. Sedangkan rekannya, Taufik (17) Desa Rombo Kulon kecamatan Rembang Bangil mengalami luka robek pada bagian paha kanan. (fat/mar)

Dialog Seputar Koperasi Batal, jadi ajang kampanye PPP


content : Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM Drs. H. Suryadharma Ali siang tadi jam 11.00 wib di ponpes Salafiyah kota Pasuruan sebenarnya bertujuan melakukan dialog dengan para santri mengenai koperasi. Namun, karena alasan keterbatasan waktu, agenda dialog seputar koperasi menjadi semacam kampanye politik terselubung. Dalam sambutan singkatatnya, Suryadharma ALi yang juga sebagai ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih banyak menyinggung soal kampanye pencalonan mantan menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf (gus Ipul) sebagai calon Gubernur Jawa Timur. "Memang PPP punya rencana agar kader NU seperti Gus Ipul menjadi Gubernur Jawa Timur dalam Pilgub tahun depan. Tapi sebelumnya pencalonan ini melalui pertimbangan yang amat panjang. Setelah melalui penilaian, ternyata Gus Ipul merupakan sosok yang tepat untuk menjadi Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 mendatang," Jelas Surya Dharma Ali. Selain mengkampanyekan Gus Ipul, pria yang dulunya juga pernah jadi santri ini mengatakan dengan dicalonkannya Gus Ipul yang saat ini menjadi dewan penasehat PPP, tentu saja ada beberapa kompensasi diantaranya Gus Ipul harus kerja keras mendongkrak perolehan suara PPP pada pemilu 2009 nanti. "PPP mencalonkan Gus Ipul jadi Gubernur tidak gratis, tapi harus di bayar Gus Ipul dengan meningkatkan suara PPP 80 persen. Pemilu tahun 2004 lalu PPP meraup suara sebanyak 8, 15 persen. Dan untuk tahun 2009, ditargetkan suara PPP minimal 15 %," kata Surya Dharma ALi dalam sambutan dihadapan para Santri Ponpes Salafiyah yang diiringi tepuk tangan. Sementara itu setelah sambutan, SUrya Darma ALi memberi bantuan sebesar Rp 200 juta rupiah kepada Ponpes Salafiyah. Bantuan sebesar itu akan dipakai untuk meningkatkan Koperasi pondok pesantren (Kopontern) yang saat ini memiliki usaha toko klontongan sebanyak 7 buah.

Selasa, Agustus 14, 2007

bangga


Bangganya hatiku, berita liputanku, untuk pertama kalinya masuk detik.com nasional. Berikut liputan seputar ledakan di Pasuruan yang aku bikin:                                                                    Sabtu, 11/08/2007 20:53 WIB
Ledakan Pasuruan Diduga Berasal dari Bom Ikan
Edy Ryanto - DetikSurabaya

Pasuruan - Ledakan yang terjadi di Perumahan Anggrek Jalan Airlangga Kota Pasuruan menjadi pertanyaan banyak masyarakat. Isu yang berkembang saat ini, ledakan itu diduga berasal dari bondet (bom ikan) yang dirancang oleh keponakan pemilik rumah H. Ilham.

Didin, warga Tambakyudan Kota Pasuruan kepada detiksurabaya.com, Sabtu (11/8/2007), mengaku, 6 tahun lalu dia pernah bertetangga dengan Haji Ilham saat masih tinggal di Kecamatan Tambakyudan.

Dan di rumah Haji Ilham di Tambakyudan saat itu menurut Didin, sebelumnya juga pernah terjadi ledakan. Ledakan itu berasal dari bom bondet yang dirakit oleh keponakan H. Ilham.

"Sekitar 6 tahun lalu pernah terjadi ledakan 2 kali. Tapi saya lupa nama keponakannya H. Ilham. Yang pasti tidak ada korban jiwa dalam ledakan dulu, jelas Didin.

Hingga pukul 20.35 WIB pihak kepolisian masih melakukan olah TKP. Sedangkan pemilik rumah Haji Ilham beserta 20 orang saksi lainnya saat ini masih diperiksa secara intensif di Mapolresta Pasuruan. (bdh/bdh)

Jumat, Agustus 10, 2007

Panas!!!!!!!


Manusia emang suka mengeluh. DIkasih musim hujan, banyak yang mengekuh, banjir lah, jalanan becek lah, cucian gak kering lah dan keluhan-keluhan klise lainnya. Sementara jika dikasih panas, petani sumpek, warga kesulitan air bersih dan jalanan berdebu. Padahal kalau kita amati adanya dualisme dalam kehidupan ini menunjukkan keadilan Sang Kholik. Kalau hujan terus, ya kasihan tukang es. Tapi kalau kemarau terus, petani tidak bisa bercocok tanam. Yang pasti sebagai manusia, kayaknya harus dewasa mensikapi hal-hal semacam ini. Kalau, musim panas terik seperti saat ini, makan aja buah semangka, pasti segerrrrrr................................

Maklum

Yah, maklum.. blogger pemula, so... belum bisa ngasih kesempurnaan. Tapi kedepan aku janji, aku terus belajar menjadi blogger handal. Dan seidkit sombong, pasti aku akan masuk 10 besar blogger di Indonesia. Disela-sela kesombonganku ini, ternyata aku sadar, sesuatu yang mudah saja kalau tidak pernah dicoba dan dilatih, sulitnya minta ampun. Namun kalau sedikit demi sedikit dicoba dengan niatan yang baik pasti sesuatu yang kelihatan mudah akan benar-benar mudah. Bahkan sesuatu yang sulit pun akan semakin berkurang kesulitanya.

Kamis, Agustus 09, 2007

Mengamuk

kalau inget itu aku jadi ketawa sendiri. ternyata disaat kesabaran diri sudah hilang dan nafsu mengusasai batib kita, semua akal sehat lenyap. Dan kita bisa melakukan apa saja yang kita pikirkan saat itu. Maaf lho kamal!

Selasa, Agustus 07, 2007

Karnafal


Tidak ada yang unik. Dari tahun ke tahun, temanya Bhinneka Tunggal Ika. Gak seperti di Lumajang tiap tahun beda tema. Dan gak hanya nampilin orang berbusanan macam-macam, tapi lebih cenderung ke penampilan tari secara berjalan. Oh, iya di Lumajang pelaksanaan Karnaval tidak seperti di kota lainnya yang selalu dilaksanakan setelah dhuhur. Kalo di Lumajang karnaval dimulai pagi hari hingga dhuhur. Kata MUI Lumajang, ini supaya pesertanya yang beragama islam bisa sholat. (Tapi apa iya, habis karnaval langsung sholat dhuhur? Pastinya, karema kecapekan pasti peserta karnaval langsung makan dan molor sampai maghrib, bahkan isya atau pagi atau mati...............